“PULANG” KE 2050 MDPL

23 01 2015

Gunung Ungaran

Gunung  Ungaran mungkin tidak terlalu populer di kalangan penggiat alam bebas pada umumnya. Hal ini mungkin dikarenakan gunung ini memiliki ketinggian yang kurang dari 3000 mdpl. Gunung ungaran terletak di selatan Kota semarang pada koordinat 7,18°LS 110,33°BT meliputi beberapa wilayah yaitu Kab. Semarang, Kendal dan Ambarawa. Gunung ungaran memiliki ketinggian 2050 mdpl.

Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi tipe strato. Gunung ini memiliki tiga puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertinggi adalah Ungaran.

Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.

Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Di lerengnya terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (Bahasa Jawa: gedong = gedung, songo = sembilan). Terdapat pula beberapa air terjun (curug), di antaranya Curug Semirang dan Curug Lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal dengan nama Gua Jepang. Gua ini terletak 200 meter sebelum puncak, tepatnya di sekitar perkampungan Promasan (perkampungan para pemetik teh). Di sini terdapat pula reruntuhan bekas pemandian kuna. (Wikipedia)

image

Merbabu mengintip dari balik awan

Pulang Ke Ungaran

Bagi saya, Gunung Ungaran sudah seperti “rumah”. Meski saya bukan asli berasal dari daerah ini, tetapi saya merasa seperti memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Gunung Ungaran. Sudah tidak terhitung berapa kali saya mendaki gunung ini sejak tahun ’90-an dulu. Gunung ini merupakan salah satu tempat favorit saya sejak dulu. Entah apa yang menjadi penyebabnya, tetapi saya merasa sangat nyaman ketika berada di sini, diantara kabutnya, menikmati anginnya, mencumbui dinginnya, menghirup udaranya, dll.

Sejak akhir 2012 saya tidak lagi berdomisili di Kota kelahiran saya yaitu Kota Demak (kurang lebih berjarak 3 jam mengendarai motor untuk ke Ungaran). Otomatis sejak saat itu saya jadi jarang mengunjungi Gunung Ungaran. Memang setiap kali pulang kampung (sekitar 4-5 bulan sekali) saya selalu menyempatkan untuk “main” ke Ungaran, tetapi tidak ke puncaknya, hanya ke Desa Promasan yang ada di tengah perkebunan teh di lereng Ungaran. Dan pada moment pulang kampung kali ini saya berencana untuk ke puncaknya. Akhirnya setelah lebih dari 2 tahun saya pulang ke Ungaran. Tak sabar untuk memulai perjalanan.
image

Merencanakan Perjalanan

Perjalanan untuk “pulang” ke puncak Ungaran sudah saya dan istri rencanakan sejak beberapa minggu sebelum kepulangan saya ke kampung halaman. Rencana awal kami akan melakukan perjalanan hanya berdua saja. tetapi tak disangka ada salah satu kawan dari Jakarta tertarik dengan cerita saya tentang Ungaran dan berniat untuk ikut ke Ungaran. Akhirnya kami pun mengajaknya. Salah satu kawan saya itu seorang cewek bernama Laili. Karena rencana perjalanan kami menggunakan sepeda motor, maka saya harus mencari “orang” untuk memboncengkan kawan saya dari Jakarta tersebut, dan saya ajaklah salah satu kawan dari Demak seorang cowok bernama Nanda. Selain itu ada dua orang lagi yang akhirnya berencana ikut bersama kami yaitu Adam (dangkel) dan Anief. Total kelompok kami berjumlah 6 oran (3 cowok dan 3 cewek).

Tanggal 31 Desember 2014 jam 14.30 kami memulai perjalanan dari Jakarta dengan menggunakan kereta api dan sampai di Semarang malamnya sekitar jam 21.00. kami melanjutkan perjalanan ke Demak dan stay sementara di Demak hingga tanggal 2 Januari dan memulai perjalanan ke Ungaran.

Hari jumat pagi tanggal 2 Januari 2015 kami memulai persiapan untuk mendaki ke Ungaran. Kami mempersiapkan segala peralatan dan logistik. Setelah melakukan pengecekan dan sudah beres, kami bersiap untuk perjalanan menggunakan motor pada jam 14.00 (usai sholat jumat).

Perjalanan ke Promasan

Hari jumat, 2 Januari 2014  jam 14.30 kami memulai perjalanan ke Promasan, Lereng Ungaran dengan mengendarai sepeda motor. Melewati kota Semarang, Ungaran, Kendal, Boja dan akhirnya sekitar jam 18.30 kami sampai di Promasan. Kami beristirahat di rumah “Biyung” di Desa Promasan. Biyung adalah sebutan kami kepada seorang wanita tua yang tinggal di Promasan. Biyung bagi saya sudah seperti Ibu saya sendiri, saya sangat menghormati dan menyayanginya seperti orang tua saya sendiri. Saya mengenal biyung sejak awal tahun 2000-an. Beliau sangat baik, bersahaja dan sayang kepada siapapun yang mengunjungi rumahnya. Sejak saat itu saya selalu menganggap beliau seperti orang tua saya sendiri.

Kami beristirahat di rumah Biyung, membuat makanan untuk persiapan mendaki, mempersiapkan ulang perlengkapan yang hendak dibawa ke puncak, dll. Dan setelah selesai makan malam, sekitar jam 21.00 kami memulai pendakian.
image

Pulang ke 2050 mdpl

Hari jumat, 2 Januari 2015 jam 21.00 adalah target kami untuk memulai pendakian ke Puncak Ungaran. Perjalanan ke puncak Ungaran dapat ditempuh selama 3 jam waktu normal dari Camp Biyung di Desa Promasan. Sebelum memulai perjalanan, kami ber-enam menyempatkan untuk berdoa terlebih dahulu supaya diberikan keselamatan selama perjalanan, tidak ada rintangan berarti dan bisa kembali turun dan pulang dengan selamat oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Perjalanan ke puncak kami awali dengan menembus perkebunan teh. Cuaca malam ini sangat bersahabat, tidak ada hujan, tidak ada kabut tebal dan hembusan angin pun tidak terlalu kencang, meskipun pada sore hari sepanjang perjalanan kami dari Demak hingga ke Promasan selalu berkawan dengan hujan.

Lepas dari perkebunan teh, kami mulai masuk ke hutan yang masih cukup rapat dengan dominasi vegetasi berupa mlanding gunung, jamuju, rasamala, dll. Sekitar satu jam sejak mulai perjalanan, sampailah kami di pos dan beristirahat sejenak. Di pos tersebut kami mengobrol, bercanda khas persaudaraan kami.

Setelah cukup beristirahat selama sekitar 10 menit, kami melanjutkan perjalanan. Jalur menuju ke Puncak Ungaran memang tidak terlalu jauh, tetapi jalur ini cukup menarik dan cukup menguras tenaga karena jalan yang terus menanjak dan jarang sekali ada “bonus”. Setelah sekitar setengah jam perjalanan, kami mulai masuk di wilayah padang rumput/sabana. Itu artinya puncak tidak jauh lagi.

Memasuki wilayah sabana, jalan terasa semakin terjal. Jalur pada wilayah ini didominasi oleh bebatuan besar dan tanjakannya pun semakin curam. Kami saling menyemangati dan sesekali tetap bercanda supaya bisa melupakan rasa lelah pada perjalanan ini. Di beberapa tempat sepanjang jalur pendakian kami menemukan beberapa tenda. Ternyata sudah ada yang datang lebih dulu. Tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak terlalu sepi, pas seperti yang saya harapkan, karena saya secara pribadi memang merasa kurang nyaman jika di gunung terlalu ramai seperti pasar dan juga terlalu sepi seperti kuburan.

Saya sempatkan untuk melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukkan jam 23.30. itu artinya puncak tinggal sedikit lagi. Sekitar 20 menit kemudian kami mulai memasuki hutan kecil, bertemu batu2 besar, dan sampailah kami di puncak botak. Puncak kedua Gunung Ungaran yang letaknya hanya 5 menit dari Puncak Ungaran. Kami tidak berhenti di Puncak Botak, tetapi langsung menuju ke Puncak Ungaran. Sesampainya di puncak, kami bertemu beberapa tenda. Sudah ada yang sampai lebih dulu ternyata.

Sesampainya di puncak, saya berniat mendirikan tenda di Puncaknya. Tetapi karena angin yang cukup kencang dan tenda yang dibawa oleh teman saya sedikit meragukan untuk menghadapi angin besar, maka kami memutuskan untuk mendirikan tenda sedikit turun saja dari puncak, di lokasi yang masih banyak terdapat pepohonan supaya terlindung dari angin. Kami mendirikan tenda, memasak, ngobrol, makan, bercanda dan akhirnya diakhiri dengan mengarungi mimpi. Akhirnya setelah lebih dari 2 tahun saya pulang juga ke Ungaran. Gunung yang sudah seperti rumah bagi saya. Gunung yang telah banyak menorehkan cerita dalam hidup saya. Gunung yang telah menjadi saksi perjalanan hidup saya. Gunung yang telah menjadi tempat saya mencurahkan segala rasa.

image

View Dari Puncak Ungaran

Enggan Pulang

Hari Sabtu, 03 Januari 2015 Pagi sekali sekitar jam 05.00 saya sudah bangun. Sambil masih sedikit menahan ngantuk, saya buka tenda dan melihat keluar, siapa tahu cuaca bagus dan bisa melihat matahari terbit. Tetapi cuaca pagi ini sedikit kurang mendukung, mendung cukup tebal menggantung di langit, meski tak ada hujan. Meski begitu, tidak menyurutkan niat saya untuk keluar tenda dan menikmati pemandangan dari Puncak Ungaran. Saya keluarkan kamera yang saya bawa dan berjalan-jalan di sekitar Puncak Ungaran sambil berburu foto pemandangan. Pemandangan dari Puncak Ungaran memang sangat luar biasa indah. Dari puncak kita bisa melihat laut jawa, gunung merbabu, gunung sindoro sumbing, rawa pening, gunung telomoyo, dan lain-lain. Puas menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto, saya kembali ke tenda dan melihat istri beserta sahabat-sahabat saya sudah bangun dan mereka sudah mulai mempersiapkan sarapan pagi berupa bubur kacang ijo, salah satu makanan fovorit saya saat di gunung.

image

Promasan Dari Puncak

Usai sarapan kami ber enam pun keluar dari “sarang” dan membaur dengan pendaki-pendaki lain yang ada di situ. kami berkenalan, mengobrol dan bercanda. Inilah persahabatan khas sesama pecandu ketinggian. Hangatnya persahabatan ini juga yang menjadi salah satu alasan kami enggan turun dan pulang.

Kami ber enam juga menyempatkan “bermain” di sekitaran puncak, berfoto bersama dan menikmati pemandangan, hingga sekitar jam 09.30 barulah kami berpikir untuk bersiap turun kembali ke Promasan.

image

Formasi lengkap

Sekitar jam 09.00 baru kami mulai perjalanan turun ke promasan. Puncak sudah sepi karena beberapa pendaki lain sudah turun terlebih dulu dan rombongan kami termasuk rombongan akhir yang turun dari Puncak Ungaran.

Perjalanan turun ke Promasan ternyata lebih lama dari perjalanan naik. Lebih dari 3 jam kami butuhkan untuk turun, hal itu disebabkan karena kami masih terlalu asik menikmati pemandangan dan perjalanan. Kami lebih sering berhenti untuk foto jika ada lokasi yang bagus, berhenti untuk bercanda dan makan makanan kecil yang kami bawa, berhenti untuk bercanda dan lain-lain. Kami memang sangat menikmati perjalanan ini, kami pun enggan pulang. Seandainya kami punya waktu lebih, kami akan tinggal lebih lama di sini.

Obrolan Seru di Promasan Bersama Keluarga KPG

Sabtu, 03 Januari 2015 Sekitar jam 14.00 kami sampai di Promasan. Setelah bersih-bersih di kamar mandi, kami memasak di dapur rumah Biyung. Menu siang ini adalah Sop, Baso goreng, telur dadar, dll.

Pada sore hari saya bertemu dengan seorang kawan KPG (Komunitas Pendaki Gunung), sebuah komunitas dari Grup FB yang kini sedang dalam proses transformasi dari komunitas dunia maya menjadi komunitas dunia nyata. Kawan yang saya temui tersebut dari regional Solo Raya bernama Tyo Denzoo, dia bersama seorang cewek, saya lupa namanya, lalu menyusul dari Regional Semarang yaitu Om Demite Gempol Tjepiring (saya tidak tahu nama aslinya). Dan saat menjelang malam kami sempatkan untuk berziarah terlebih dulu ke makam Mbah Kakung yaitu suaminya Biyung yang sudah meninggal pada pertengahan 2014 lalu. Dan pada malam hari menyusul kawan KPG Regional Semarang yaitu Om Rimba Aji Setya (Om Tyo), Assegaf, dan satu orang cewek saya lupa namanya, dan salah satu tim pendakian saya yang bernama Nanda tadi juga merupakan salah satu admin dari KPG sendiri. Memang malam minggu ini mereka ada rencana datang ke Promasan untuk baksos pada hari minggunya yaitu mengajar di rumah panggung, mengecek dan membenahi pembangkit listrik tenaga air, dll. Memang KPG Jateng saat ini sedang ada program berupa “Promasan Bersinar”, yaitu program pembangunan desa promasan berupa pendidikan kepada anak-anak Promasan, membuat pembangkit listrik untuk kebutuhan listrik warga Promasan, membenahi fasum Promasan, dan lain-lain bersama komunitas lain dari Jawa Tengah. Obrolan malam kami sangat seru yaitu tentang promasan, tentang KPG, tentang pendakian, tentang konservasi, dan lain lain yang tentunya ditemani kopi spesial dan cemilan. Tetapi sayang sekali saya harus mengakhiri obrolan lebih dahulu dikarenakan harus istirahat untuk melanjutkan perjalanan pulang esok pagi-pagi sekali sekitar jam 05.00 karena ada acara lain di hari minggu jam 08.00.
image

Pulang Dengan Membawa Kerinduan

Minggu, 04 Januari 2015 jam 05.00 saya beserta istri dan dua orang teman lainnya harus segera turun dan pulang ke Demak karena ada acara lain jam 08.00 nanti. Sedangkan teman dari Jakarta yaitu Laili saya tinggal di Promasan karena akan mengikuti kegiatan baksos bersama kawan-kawan KPG. Setelah persiapan (tanpa mandi hanya cuci muka) dan berpamitan dengan Biyung, kami pun melanjutkan perjalanan turun untuk kembali ke Demak. Kami pulang dari Ungaran dengan membawa kerinduan. Kerinduan pada alam Gunung Ungaran, pada Promasan, pada Puncak Ungaran dan terutama kepada Biyung, Ibu angkat saya dari promasan yang sejak kami berpamitan selalu menetes air matanya karena merasa berat harus berpisah kembali dengan kami. Ungaran, Promasan, Biyung, kami pasti akan kembali lagi, kami pasti akan “pulang” dan semoga kepulangan kami berikutnya akan membawa berita bahagia, semoga kami nanti akan membawa anggota keluarga baru yaitu cucunya Biyung. Dan tentu saja akan kembali mengukir cerita indah dari Gunung Ungaran, gunung yang sudah seperti “rumah”.

ditulis oleh :
Henry Setiawan

image

image

image

image

image

image

image

Foto Pendakian Ungaran 02-04 Januari 2015 yang lain bisa dilihat di :
Sini dan Sini


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: