Gunung Cikuray Yang Kecil Cabe Rawit

31 03 2015
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray

Gunung cikuray terletak di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2821 Mdpl (meter di atas permukaan laut). Memang bukan tergolong gunung tinggi yang diminati para petualang. Karena memang kebanyakan petualang dan pendaki lebih memilih mendaki gunung dengan ketinggian 3000 Mdpl ke atas, alasannnya biasanya karena tantangan dan kebanggaan jika sanggup mendaki hingga di atas 3000 Mdpl. Meskipun memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Cikuray banyak diminati karena memang memiliki tantangan lebih. Tantangan itu berupa terjalnya jalur pendakian, tingkat kesulitan medan dan lain-lain. Tidak sedikit para pendaki Cikuray yang akhirnya “menyerah” dan memutuskan berhenti untuk camp saja di tengah perjalanan dan tidak melanjutkan ke puncak karena sudah keletihan menghadapi medan pendakian gunung ini.. Cikuray memang kecil cabe rawit. Selain tantangan, Gunung Cikuray pun memiliki pemandangan yang tidak kalah dengan gunung-gunung lainnya, salah satu di antaranya adalah bayangan segitiga cikuray yang bisa di lihat dari puncak saat pagi hari.

view dari cikuray

view dari cikuray

Gunung Cikuray memiliki tiga jalur pendakian utama, yaitu Jalur Cikajang, Bayongbong dan Dayeuh Manggung. Pada pendakian kali ini tim kami dari KPG (Komunitas Pendaki Gunung) Regional Jabodetabek melakukan pendakian Gunung Cikuray via Jalur Bayongbong, Desa Cintanagara. Misi pendakian kami kali ini sebetulnya bukan sekedar mendaki gunung saja, tetapi kami membawa misi tambahan berupa Operasi Bersih Gunung atau biasa disebut Opsih untuk mengangkut sampah yang ada di puncak maupun sepanjang jalur pendakian semampu yang kami bisa bawa.

Tim kami terdiri dari 12 orang dengan formasi 10 cowok dan 2 cewek. Pendakian Cikuray kami lakukan pada tanggal 20-22 Maret 2015. Kami memulai perjalanan dari daerah Pasar Rebo, Jakarta dengan mencarter kendaraan truk untuk mengantar sampai ke Desa Cintanagara. Pagi hari kami sudah sampai di gerbang desa, lalu kami lanjutkan dengan naik angkot menuju ke ujung desa lalu berjalan kaki menuju ke pos 1. Pos 1 merupakan pos pemantauan Gunung Cikuray via Cintanagara. Di pos tersebut kami harus melakukan pendataan pendakian. kami harus melaporkan seluruh identitas anggota tim serta membayar setribusi seikhlasnya. Ya memang seikhlasnya karena pengelola jalur ini yang sebagian besar di isi oleh para relawan tidak mematok tarif tertentu untuk retribusi pendakian Gunung Cikuray. Setelah kami selesai melakukan pendataan, kami mulai melakukan pengecekan ulang semua perbekalan dan perlengkapan yang kami bawa. Hal itu kami lakukan karena kami tidak ingin melakukan hal bodoh dalam mempersiapkan perjalanan, terutama perjalanan pendakian gunung yang penuh resiko. Setelah kami memastikan semua perlengkapan dan perbekalan komplit, kami mulai mempersiapkan perjalanan. Sebelumnya kami harus mengisi perut terlebih dahulu supaya energi terpenuhi. Kami melakukan pemanasan ringan, lalu berdoa kepada Tuhan untuk meminta kelancaran dan keselamatan selama perjalanan nanti dan meminta supaya misi yang kami bawa bisa terlaksana tanpa kendala.

Pejalanan Pendakian Cikuray

Perjalanan Pendakian Cikuray

Memulai Perjalanan

Sekitar pukul 11.00 WIB kami memulai perjalanan pendakian menuju ke puncak Gunung Cikuray. Luar biasa, baru memulai perjalanan kami harus langsung menghadapi tanjakan yang cukup menguras tenaga dan menghajar otot kaki. Namanya Tanjakan Ombing 1. Menurut para relawan cikuray, dinamakan tanjakan ombing karena memang tanjakan ini bisa membuat orang terombang-ambing saat melaluinya. Benar saja, tanjakan ini cukup menantang dan memaksa kami harus berkeringat deras di awal pendakian. Tenang saja, ini baru awal, masih ada Tanjakan Ombing 2 dan tanjakan-tanjakan lainnya di sepanjang jalur pendakian Gunung Cikuray.

Sekitar jam 12.00 WIB kami sudah mulai masuk kawasan Pos 2. Satu jam awal perjalanan pendakian dari Pos 1 ke Pos 2 sudah lumayan menguras tenaga. Maka kami memutuskan untuk rehat dulu di Pos 2. Menikmati kopi, makanan ringan serta pemandangan terhampar di depan mata sudah cukup mengobati lelah di awal perjalanan tadi. Hampir satu jam kami menghabiskan waktu beristirahat di Pos 2. Setelah kondisi fisik sudah kembali prima, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan dari Pos 2 semakin berat karena medan semakin terjal dan semakin menanjak. Kalo kata seorang relawan yang saat itu standby di Pos 2 adalah “Selamat datang di Tanjakan Ombing 2”.

REHAT SAAT PERJALANAN PENDAKIAN

Rehat Saat Perjalanan Pendakian di Pos 2

Kram Kaki Yang Menghambat Perjalanan

Memulai perjalanan dari Pos 2, kami harus langsung menghadapi medan berat yaitu Tanjakan Ombing 2. Tanjakan ini lebih terjal dan lebih panjang dari Tanjakan Ombing 1. Alhasil kami harus ekstra keras dalam berusaha dan menuntaskan perjalanan ini. Setapak demi setapak kami melewati tanjakan ini. Selang sekitar satu jam kami mulai meninggalkan wilayah kebun dan mulai memasuki hutan. Sejak awal perjalanan dari Pos satu sampai Tanjakan Ombing 2 memang masih berada di tengah wilayah perkebunan warga. Mulai memasuki hutan, medan sudah tidak seberat sebelumnya, meskipun masih tetap tanpa “bonus” berupa medan datar. Sesekali kami berhenti untuk sekedar istirahat dan mengatur nafas. Beruntung sejak awal perjalanan cuaca mendung dan tidak panas, jadi kami masih cukup nyaman dan bisa sedikit menghemat air minum. Cuaca yang panas bisa meningkatkan kebutuhan air, sedangkan di Gunung Cikuray tidak ada mata air di dekat jalur pendakian, jadi kami benar-benar harus mengatur pemakaian air supaya cukup untuk perjalanan naik, turun dan memasak saat berada di camp.

Mendekati Pos 3 mulai terjadi masalah. Masalah kali ini adalah kram menyerang otot kaki saya hingga sama sekali tidak bisa bergerak. Saya harus lebih sering berhenti untuk mengatasi kram dan rasa sakit yang luar biasa sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Sampai di Pos 3 kram di kaki saya semakin parah, sampai benar-benar tidak bisa bergerak. Hingga pada akhirnya saya harus meminta pertolongan ke salah satu anggota tim untuk mengatasi kram di kaki saya. Kebetulan sedikit saya mengerti tentang penanganan kram, jadi saya bisa sambil memberikan arahan kepada salah satu kawan untuk membantu saya. Saat saya berusaha menangani kram, salah satu anggota tim lainnya memberi usul bagaimana jika kita cari lokasi camp saja di sekitar Pos 3 ini. Alasannya adalah sudah terlalu banyak pendaki yang mengawali perjalanan sejak pagi bahkan sehari sebelumnya, jadi bisa dipastikan lokasi camp di puncak dan sekitarnya sudah penuh. Percuma kita memaksakan perjalanan langsung ke puncak, karena jika kita tidak mendapatkan lokasi camp akan sangat merepotkan, selain itu juga pertimbangan kondisi kaki saya yang tidak bisa dipaksakan untuk perjalanan cepat. Mempertimbangkan alasan itu, saya menyetujui usul dari salah satu anggota tim saya, dan saya langsung atur pembagian tugas. Tidak lama kami menemukan lokasi camp yang cukup untuk mendirikan 4 tenda meski tidak dalam satu lingkaran. Kami memutuskan untuk camp di lokasi tersebut yaitu sekitar 100 meter dari Pos 3 menuju Pos 4.

Masih sore sekitar jam 16.00 ketika kami selesai mendirikan tenda. Tidak lama hujan turun, terpaksa kami tidak banyak melakukan aktifitas selain hanya beristirahat di dalam tenda. Kami menghabiskan malam di lokasi camp tersebut hingga memulai lagi perjalanan menuju puncak nanti dini hari dengan meninggalkan sebagian besar barang bawaan di lokasi camp.

Jalur Pendakian Cikuray

Jalur Pendakian Cikuray

Puncak Cikuray

Sekitar jam 02.00 WIB saya sudah terbangun. Saya langsung menghampiri tenda lainnya untuk membangunkan anggota tim yang lain. Kami akan segera memulai lagi perjalanan menuju ke puncak untuk melanjutkan misi kami berupa Opsih sampah di puncak. Setelah melakukan persiapan dan sarapan kami pun memulai lagi perjalanan. Sekitar jam 04.30 kami mulai mendaki menuju ke Puncak Cikuray. Kami hanya membawa sedikit barang. Terutama air minum, makanan dan trashbag atau kantong sampah untuk mengumpulkan sampah di puncak dan membawa turun.

Medan perjalanan tidak berbeda jauh dari sebelumnya. Tanjakan-tanjakan tanpa bonus, track yang cukup licin karena hujan semalam harus kami hadapi dan lewati setapak demi setapak untuk menuju ke Puncak. Kami cukup bersemangat, menikmati perjalanan dengan sesekali bercanda ringan supaya tidak terlalu terasa rasa lelah dan tidak terlalu stres karena harus menghadapi medan Cikuray yang aduhai.

puncak cikuray

puncak cikuray

Sekitar jam 07.00 kami sudah sampai di Puncak. Suasana di puncak sangat ramai seperti pasar tiban. Tenda-tenda berjejeran sangat rapat. Orang-orang riuh dengan berbagai aktifitasnya. Ada yang sekedar bercanda, memasak, makan, berfoto, selfie dan lain-lain. Dan sayangnya masih banyak di antara mereka yang tidak mengindahkan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Banyak yang masih meninggalkan sampah plastik, baik itu bungkus makanan, botol air minum, bahkan air kencing di dalam botol. Sungguh sangat disayangkan.

Karena suasana masih terlalu ramai, kami menilai kurang leluasa untuk langsung melakukan kegiatan opsih. Kami memutuskan untuk merapat dahulu ke lokasi camp tim dari KPG Garut yang sudah menunggu kami sejak sehari sebelumnya di lokasi puncak bayangan untuk sekedar bercengkrama dan ngopi sambil menunggu sebagian pendaki turun dari puncak dan kami bisa lebih leluasa melakukan kegiatan opsih.

Sekitar jam 08.00 Puncak Cikuray sudah sedikit lega. Kami pun memulai kegiatan opsih. Tidak butuh waktu lama kami sudah berhasil mengumpulkan sekitar 12 kantong trashbag penuh sampah dan lebih dari 100 botol bekas air minum. Sebetulnya masih sangat banyak sampah yang tersisa, tetapi kami tidak mampu membersihkan seluruhnya karena keterbatasan tenaga dan personil.

sampah cikuray

sampah cikuray

Setelah usai kami melakukan opsih, kami pun bersiap untuk turun kembali menuju ke lokasi camp kami dan selanjutnya turun untuk kembali pulang. Perjalanan cikuray memang luar biasa, selain medan berat yang harus dilalui, kami pun merasa sangat miris dengan tumpukan sampah yang kami temui baik di Puncak maupun sepanjang jalur pendakian.

Harapan kami di hari berikutnya semoga semua pendaki gunung memiliki kesadaran tentang pentingnya kebersihan. Gunung, hutan adalah tempat bermain kita, alangkah baiknya jika kita bisa sama-sama menjaga tempat bermain kita supaya tetap bersih dan lestari. Supaya kita dan generasi berikutnya bisa tetap merasa nyaman beraktifitas di tempat bermain kita. Sesungguhnya alam ini bukanlah warisan nenek moyang, tetapi titipan dari generasi berikutnya. Salam lestari, salam angkut KPG Regional Jabodetabek feat. KPG Regional Garut.

Ditulis oleh Henry Setiawan

Tim Pendakian dan Opsih KPG Reg. Jabodetabek :

  1. A’ab Sukma Jatibaellah
  2. Henry Setiawan
  3. Sholihah Setiawan
  4. Laili Fadhilah
  5. Stevo Beda
  6. Budi Rinjani
  7. Purnama Sahara
  8. Hanief
  9. Irvan
  10. Sulistyo
  11. Fadli
  12. Septian Aditya (Bantel)

Tim Pendakian dan Opsih KPG Garut :

  1. Fajar Sandoroe
  2. (tidak hafal nama-namanya)

Foto lainnya

View Dari Gunung Cikuray

View Dari Gunung Cikuray

View Dari Gunung Cikuray

View Dari Gunung Cikuray

Oleh-oleh dari Cikuray

Oleh-oleh dari Cikuray

Oleh-oleh dari Cikuray

Oleh-oleh dari Cikuray

rehat di jalur cikuray

rehat di jalur cikuray

JALUR CIKURAY POS 1 KE POS 2

Tanjakan Ombing 1

SAMPAH SELFIE PENDAKI

Sampah Selfie Pendaki

TIM KPG GARUT

Tim KPG Regional Garut

MAKAN BERSAMA KPG GARUT

Makan Bersama KPG Garut

TIM OPSIH KPG JABODETABEK REHAT SETELAH OPSIH SESI 1

Tim Opsih KPG Jabodetabek


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: