Komunitas Atau Organisasi?

29 05 2015

People of different colors arm in arm in circle

Mengangkat kembali sebuah isu yang beberapa waktu yang lalu sempat sedikit populer di sebuah grup pendaki di media sosial facebook tentang komunitas dan organisasi. Secara harafiah, memang kedua istilah itu memiliki arti yang serupa tetapi tidak sama. Dalam tulisan kali ini saya akan sedikit membedah lebih dalam kedua istilah tersebut.

Komunitas dan organisasi. Dua kata atau istilah yang sudah sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Kedua istilah tersebut sering sekali diucapkan karena memang memiliki hubungan dekat dengan manusia yang notabene adalah makhluk sosial atau komunal. Dalam penggunaannya, kedua istilah tersebut dekat dengan ciri dan sifat manusia dimana setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Hingga pada akhirnya sifat komunal yang selanjutnya memiliki nama organisasi atau komunitas masuk dalam salah satu unsur kebudayaan yang menjadi bagian hidup manusia berdampingan dengan sistem bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, ilmu pengetahuan, kesenian, dan sistem kepercayaan atau agama.

Pengertian

Sebelum membedah lebih dalam, sebaiknya kita mengetahui dulu pengertian dari komunitas dan organisasi. Istilah komunitas dalam ranah kemasyarakatan sebenarnya adalah istilah turunan dari ranah sains/biologi. Dalam ilmu biologi sendiri, komunitas memiliki arti yang beragam berdasarkan dari pemaparan beberapa ahli. Antara lain adalah, 1) Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. (wikipedia). 2) Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup di suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi serta dapat mempengaruhi satu sama lain. (sumber : pojokpedia)

Dalam ranah sosial kemasyarakatan, komunitas memiliki pengertian sebagai berikut, 1) Komunitas adalah sekumpulan orang yang hidup di satu wilayah dan memiliki ikatan untuk melakukan interaksi satu sama lain (George Hillery Jr.). 2) komunitas adalah orang-orang yang hidup di suatu daerah yang secara geografis itu terbatas, mereka melakukan komunikasi satu dengan yang lain dan memiliki ikatan batin antar sesama yang tinggal disitu dan dengan wilayah tempat tinggalnya tersebut (Christensson dan Robinson). 3) Komunitas merupakan sebuah hasil dari berkumpulnya masayarakat dalam jumlah kecil dan terlibat dalam tempat yang sudah ditentukan (Fairi).

Secara umum dapat kita tarik kesimpulan, bahwa komunitas merupakan suatu kelompok yang terdiri dari berbagai individu yang memiliki kesamaan atau kemiripan ciri, minat, aktifitas, bahkan profesi dalam suatu lingkup tertentu. Tetapi sama sekali tidak dijelaskan bahwa dalam komunitas setiap individu memiliki tujuan yang sama atau memiliki kesamaan usaha untuk mencapai satu tujuan. Karena di dalam komunitas setiap individu bisa memiliki tujuan yang berbeda, hanya minat, ciri, aktifitas dan profesi yang sama atau mirip.

Sedangkan pengertian dari organisasi secara umum adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam pengertian yang lain, organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Organisasi memiliki beberapa unsur penting diantaranya adalah :

  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness” (Keith Davis).

Kesimpulannya, sebuah organisasi berbeda dengan komunitas, dimana di dalam organisasi memiliki suatu sistem yang dipatuhi bersama dan melakukan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan bersama. Tujuan dari organisasi sendiri berbeda-beda tergantung dari jenis organisasi tersebut. Di dalam sebuah organisasi dibutuhkan suatu struktur yang terencana, baik dalam personil, pembagian tugas maupun pelaksanaan program. Tetapi organisasi dan komunitas memiliki kesamaan yaitu sama-sama sebagai tempat berkumpulnya berbagai individu.

Mungkinkah Memadukan Komunitas dan Organisasi?

Dalam perkembangannya, orang sering salah mengartikan antara organisasi dan komunitas. Ada yang menganggap memiliki arti yang sama, ada pula yang bahkan terjerumus dalam membedakan makna keduanya hingga membangun tembok yang besar dan tinggi untuk memisahkan antara komunitas dan organisasi. Dalam pemaparan di atas, saya sudah mencoba memberikan penjelasan dasar mengenai komunitas dan organisasi. Pada dasarnya, keduanya memiliki kesamaan dan juga memiliki perbedaan. Merujuk pada perbedaannya, apakah suatu komunitas bisa dipadukan dengan organisasi? Tentu saja jawabannya bisa. Perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah dinamis, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk memadukan dua hal berbeda dengan mengambil beberapa unsur di dalamnya untuk menjadikan satu hal yang baru.

Sebuah komunitas secara umum memiliki ciri kebebasan dan keterbukaan. Sebuah komunitas tidak membatasi keinginan dan tujuan dari setiap individu yang tergabung di dalamnya. Sebagai contohnya, sebuah komunitas pendaki, di dalam komunitas tersebut tentu saja berisi orang-orang yang memiliki kegemaran mendaki gunung. Mereka bergabung dalam satu kelompok karena kesamaan kegemaran dan aktifitas, dan sesekali mereka melakukan aktifitas bersama. Tetapi dalam komunitas tersebut tidak memiliki satu visi bersama dan usaha untuk mencapainya. Hal tersebut memang tidak diperlukan karena sebuah komunitas cukup mewadahi individu-individu yang memiliki beberapa kesamaan saja. dan komunitas hanyalah lingkup untuk membatasi kesamaan tersebut. Tujuan setiap individu bisa berbeda-beda, seperti, ada yang suka mendaki karena hasrat akan berpetualang, ada yang suka mendaki karena hanya ingin menikmati keindahan alam, ada yang suka mendaki karena ingin menunjukkan eksistensinya dengan menunjukkan kekuatan memasuki situasi dan kondisi yang lebih berat dari biasanya, dan lain-lain. Setiap individu dalam komunitas tersebut pasti akan saling mempengaruhi dan tidak jarang akan muncul dominasi dari individu yang paling kuat bahkan terkadang bisa menyingkirkan individu lainnya. Hal tersebut wajar adanya karena dalam sebuah komunitas hanya ada tujuan individu, bukan tujuan bersama. Tentu saja dalam komunitas, setiap individu memiliki kebebasan untuk keluar dan masuk ke komunitas tersebut berdasarkan keinginan dan kecocokan.

Berbeda dengan organisasi yang memiliki ciri lebih tertutup dan teratur. Artinya, dalam sebuah organisasi diperlukan suatu sistem untuk mengatur segala unsur di dalamnya. Tentu saja hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebuah organisasi membutuhkan sistem sebagai penunjang dalam pencapaian tujuan bersama. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sebuah organisasi harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan atau visi itu merupakan implementasi dari segala tujuan individu yang tergabung dalam sebuah organisasi. Ketika beberapa orang sepakat untuk membentuk sebuah organisasi, maka tentu saja sebelumnya sudah ada kesepakatan mengenai tujuan bersama. Tetapi tidak menutup kemungkinan, berawal dari sebuah komunitas kemudian berkembang menjadi sebuah organisasi. Berawal dari beberapa orang yang memiliki minat sama, lalu merumuskan  tujuan bersama, kemudian mengatur, mengorganisir segala sumber daya untuk usaha pencapaian tujuan tersebut. Dalam proses tersebut, maka komunitas menjadi gugur dan bertransformasi menjadi sebuah organisasi. Tetapi bagaimana caranya mengorganisir sebuah komunitas untuk bisa memiliki tujuan bersama dan memiliki sistem serta struktur untuk mencapai tujuan tersebut tanpa menggugurkan ciri komunitas? Baru-baru ini sebuah komunitas yang berawal dari komunitas dunia maya yaitu Komunitas Pendaki Gunung (KPG) mencoba untuk melakukannya. KPG mencoba memadukan komunitas dan organisasi. KPG adalah sebuah komunitas yang tentu saja memiliki ciri seperti dalam pengertian komunitas yang sudah dibahas sebelumnya. KPG memiliki basis massa dari sebuah grup media sosial facebook yang memiliki member hingga ribuan dan tentu saja tidak semua member tersebut memiliki tujuan yang sama. KPG mencoba mengadopsi beberapa unsur organisasi seperti kepengurusan, koordinasi, aturan umum (AD/ART), dan tentu saja program kerja. KPG mencoba menyatukan tujuan para membernya untuk menjadi satu visi yaitu petualangan, konservasi dan sosial. Hal tersebut memiliki tujuan dasar berupa edukasi. Edukasi dalam hal ini mencakup pemahaman dan pemberian pemahaman kepada para pendaki yang sudah tergabung untuk lebih memaknai tujuan mendaki gunung bukan sekedar naik turun gunung saja. Tetapi juga supaya dapat lebih mengolah rasa untuk bisa memiliki jiwa ramah lingkungan dan jiwa sosial yang tinggi melalui berbagai program kerja yang dilakukan oleh komunitas ini dan bisa diikuti oleh seluruh unsur dalam komunitas ini. KPG berusaha untuk tidak kehilangan ciri umumnya sebagai sebuah komunitas. Hal itu terlihat dari tetap dijaganya sistem keanggotaan yang terbuka. Artinya setiap orang tetap memiliki kebebasan untuk keluar dan masuk ke komunitas ini tanpa dibatasi. Tetapi setiap anggota yang masuk harus tetap mematuhi aturan-aturan umum yang tentu saja sifatnya lebih ke etika supaya semua anggota tetap mendapatkan kenyamanan ketika berada di dalam komunitas ini. KPG tetap sebuah komunitas, tetapi mencoba mengadopsi beberapa unsur dari organisasi. Hal tersebut juga bertujuan supaya dalam pelaksanaan kegiatannya bisa lebih terstruktur dan teratur untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Hal ini merupakan sebuah paradigma baru, dan tentu saja tidak semua orang bisa dengan mudah menerimanya, terutama bagi mereka yang masih memiliki pemikiran konservatif yang masih terus membangun tembok tebal dan tinggi untuk memisahkan antara komunitas dan organisasi. Hal yang wajar untuk sesuatu yang baru. Tetapi yang terpenting adalah konsistensi. Konsistensi dituntut dari para penggerak KPG untuk mempertahankan hal baru yang sedang dibangun ini. Ketika sebuah konsistensi bisa terbangun, maka paradigma ini akan bisa diterima seluruh lapisan masyarakat nantinya.

Kesimpulan

Komunitas ataupun organisasi memiliki makna luas yang sama, yaitu sebagai wadah/tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki minat yang sama. Satu hal dasar yang membedakan adalah sebuah organisasi memiliki tujuan umum atau tujuan bersama serta memiliki sistem yang terstruktur untuk mencapai tujuan tersebut. Komunitas bersifat terbuka dan bebas tetapi cenderung memilki unsur persaingan yang tinggi hingga bisa menimbulkan dominasi dan pengguguran anggotanya. Sedangkan organisasi lebih bersifat tertutup tetapi akan selalu berusaha mengatur semua konflik dan persaingan setiap individunya dan mentransformasikan menjadi suatu usaha pencapaian tujuan bersama. Komunitas dan organisasi bisa dipadukan dengan mengambil beberapa unsur di dalamnya untuk mendapatkan sebuah komunitas yang terorganisir, memiliki tujuan bersama, nilai edukasi, penanganan konflik dan persaingan tetapi tetap bersifat terbuka tanpa pembatasan khusus bagi setiap individu yang tergabung di dalamnya. Komunitas yang terorganisir adalah sebuah paradigma baru. Akankah kita bisa menerimanya?

Ditulis oleh : Henry Setiawan

logo Komunitas Pendaki Gunung (KPG)

logo Komunitas Pendaki Gunung (KPG)

Logo Organisasi Swapala Kalijaga

Logo Organisasi Swapala Kalijaga

Sumber Rujukan : – Wikipedia, Dunia Pelajar, Pojokpedia, Wiki, dhiedotorg,


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: