Komunitas Atau Organisasi?

29 05 2015

People of different colors arm in arm in circle

Mengangkat kembali sebuah isu yang beberapa waktu yang lalu sempat sedikit populer di sebuah grup pendaki di media sosial facebook tentang komunitas dan organisasi. Secara harafiah, memang kedua istilah itu memiliki arti yang serupa tetapi tidak sama. Dalam tulisan kali ini saya akan sedikit membedah lebih dalam kedua istilah tersebut.

Komunitas dan organisasi. Dua kata atau istilah yang sudah sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Kedua istilah tersebut sering sekali diucapkan karena memang memiliki hubungan dekat dengan manusia yang notabene adalah makhluk sosial atau komunal. Dalam penggunaannya, kedua istilah tersebut dekat dengan ciri dan sifat manusia dimana setiap manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Hingga pada akhirnya sifat komunal yang selanjutnya memiliki nama organisasi atau komunitas masuk dalam salah satu unsur kebudayaan yang menjadi bagian hidup manusia berdampingan dengan sistem bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, ilmu pengetahuan, kesenian, dan sistem kepercayaan atau agama. Read the rest of this entry »





Sekilas Tentang Munas I Komunitas Pendaki Gunung (KPG)

21 05 2015

Logo KPG

Di dalam sebuah komunitas/organisasi, dibutuhkan sebuah koordinasi yang rapi, intens dan terarah. Tujuannya tidak lain adalah supaya lebih mudah dalam pelaksanaan program kerja serta supaya bisa lebih saling memahami antar personil yang menjalankan komunitas tersebut. Komunitas/organisasi memiliki banyak sekali bentuk/format beserta ciri khas, sistem dan budayanya. Dalam tulisan ini saya sengaja tidak membedakan istilah antara komunitas dan organisasi, karena menurut saya kedua istilah tersebut memiliki makna luas yang sama. Musyawarah umum adalah salah satu bentuk koordinasi menyeluruh dalam sebuah organisasi yang dapat berfungsi untuk menyatukan visi dan misi antar penggeraknya serta bertujuan untuk menyelaraskan pemikiran antar penggeraknya. Untuk sebuah organisasi berskala besar seperti skala nasional biasa disebut sebagai MUNAS (Musyawarah Nasional).

Read the rest of this entry »





Keorganisasian : Budaya Organisasi

27 04 2015

Pengertian

Organisasi merupakan suatu model mini atau miniatur dari kehidupan bermasyarakat secara luas. Seperti halnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosial maka sebuah organisasi pun membutuhkan suatu budaya yang nantinya akan berfungsi sebagai sistem atau tatanan dalam kehidupan berorganisasi tersebut yang mencakup berbagai unsurnya.  Sebelum membahas mengenai Budaya Organisasi, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu tentang kebudayaan. Dalam pengertian umum, kebudayaan adalah penciptaan penertiban dan pengolahan nilai-nilai insani. Sedangkan secara sosiologis, kebudayaan adalah keseluruhan kecakapan-kecakapan (adat, akhlak, kesenian, ilmu, dan lain-lain) yang dimiliki manusia sebagai subjek masyarakat. Ahli sejarah menekankan pertumbuhan kebudayaan dan mendefinisikan sebagai warisan sosial atau tradisi. Ahli filsafat menekankan aspek normatif, kaidah kebudayaan dan terutama pembinaan nilai dan realisasi cita-cita. Antropologi melihat kebudayaan sebagai tata hidup, pandangan hidup, dan kelakuan. Psikologi mendekati kebudayaan dari segi penyesuaian manusia kepada alam sekelilingnya atas syarat-syarat hidup. Arkeologi menaksir kebudayaan sebagai hasil artefak dan kesenian.

Merujuk pada pengertian di atas, maka suatu organisasi sebagai suatu model miniatur dari kehidupan bermasyarakat secara luas juga harus memiliki unsur budaya yang nantinya akan berfungsi sebagai tatanan kehidupan berorganisasi yang mencakup sistem kepercayaan/religi , adat dan kebiasaan, ilmu pengetahuan, pembinaan nilai dan realisasi cita-cita, tatanan hidup atau tata aturan kehidupan, penyesuaian diri anggota organisasi terhadap situasi sekelilingnya serta artefak atau warisan kepada penerus organisasi bisa dalam bentuk aturan, tata letak keorganisasian dan struktur, atmosfer kehidupan khusus yang berciri khas, dan lain-lain.

Organisasi

Read the rest of this entry »





Hari Bumi : Sejarah Dan Alasan Memperingatinya

22 04 2015

Tulisan tentang Hari Bumi Repost dari Blog Swapala Kalijaga

Hari Bumi 22 April

Tepat pada hari ini, tanggal 22 April 2015 seluruh dunia memperingati satu hari spesial yang dinamakan “Hari Bumi”. Banyak penggiat alam, pemerhati lingkungan dan para aktifis kelestarian alam di seluruh dunia menganggap bahwa hari ini merupakan satu hari spesial. Tetapi apakah kita sudah memahami makna sesungguhnya dari Peringatan Hari Bumi tadi? Apakah kita sudah mengetahui sejarahnya hingga tercetus satu hari spesial untuk para penggiat alam ini?

Read the rest of this entry »





Gunung Cikuray Yang Kecil Cabe Rawit

31 03 2015
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray

Gunung cikuray terletak di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2821 Mdpl (meter di atas permukaan laut). Memang bukan tergolong gunung tinggi yang diminati para petualang. Karena memang kebanyakan petualang dan pendaki lebih memilih mendaki gunung dengan ketinggian 3000 Mdpl ke atas, alasannnya biasanya karena tantangan dan kebanggaan jika sanggup mendaki hingga di atas 3000 Mdpl. Meskipun memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Cikuray banyak diminati karena memang memiliki tantangan lebih. Tantangan itu berupa terjalnya jalur pendakian, tingkat kesulitan medan dan lain-lain. Tidak sedikit para pendaki Cikuray yang akhirnya “menyerah” dan memutuskan berhenti untuk camp saja di tengah perjalanan dan tidak melanjutkan ke puncak karena sudah keletihan menghadapi medan pendakian gunung ini.. Cikuray memang kecil cabe rawit. Selain tantangan, Gunung Cikuray pun memiliki pemandangan yang tidak kalah dengan gunung-gunung lainnya, salah satu di antaranya adalah bayangan segitiga cikuray yang bisa di lihat dari puncak saat pagi hari.

view dari cikuray

view dari cikuray

Read the rest of this entry »





Mendaki Gunung Adalah Laku Tirakat

27 03 2015

Mendaki Gunung

“Lakune ahli tarikat, atapa pucuking wukir, mungguh Hyang Suksma parenga, amati sajroning urip, angenytaken ragi, suwung tan ana kadulu, mulane amartapa, mrih punjul samining janmi, wus mangkana kang kandheg aneng tarekat.”

Terjemahan :

Laku ahli tirakat adalah bertapa di puncak gunung, sekiranya Tuhan meridhoi mati di dalam hidup, menghanyutkan diri, kosong tidak ada yang terlihat, oleh karena itu bertapa agar melebihi sesamayan, demikianlah barang siapa yang terhenti pada tarikat.

Kutipan di atas merupakan kutipan dari salah satu karya sastra jawa kuno yaitu Suluk Sujinah yang mencitrakan bahwa laku tirakat (bertapa) di puncak gunung memang sudah dilakukan sejak jaman dulu oleh para pendahulu kita terutama di tanah jawa. Laku tirakat di tempat sepi seperti belantara, atau pun puncak gunung dilakukan bukan sekedar untuk meningkatan kesaktian kanuragan saja, tetapi lebih dalam untuk menemukan “jati diri”, menemukan potensi yang ada di dalam diri supaya bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih luas. Berdasarkan sejarah mencatat bahwa para raja jawa sebelum memangku jabatan sebagai raja terlebih dahulu ditempa jiwa dan raganya, salah satunya dalam bentuk laku tirakat bertapa di tempat-tempat sepi, gunung, dan hutan. Hal itu dilakukan untuk menemukan dan meningkatkan potensi dalam dirinya terutama dalam hal jiwa kepemimpinan yang mencakup pemerintahan, memakmurkan rakyat yang dipimpinnya, mempertahankan kedaulatan, menjaga perdamaian, dan lain-lain. Para pandhita pun melakukan hal yang sama, mereka melakukan laku tirakat untuk menemukan kebijaksanaan-kebijaksanaan, ilmu-ilmu kehidupan, yang ajarannya masih tetap digunakan hingga saat ini. Jadi kesimpulannya kegiatan mendaki gunung, merambah belantara memang sudah dilakukan para pendahulu kita di jaman kuno dengan tujuan menempa diri, mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Alam, serta untuk meningkatkan kemampuan diri yang pada perwujudannya bisa memberikan manfaat kepada khalayak.

Read the rest of this entry »





Mendaki Secara Tim Atau Solo?

6 02 2015
Pendakian Tim

Pendakian Tim

Kegiatan pendakian gunung sejatinya adalah sebuah kegiatan tim atau bersama. Hal itu dikarenakan kita harus memperhitungkan segala aspek resiko yang mengikuti kegiatan pendakian gunung ini. Akan tetapi tidak sedikit pula yang melakukan kegiatan pendakian gunung ini secara individu atau solo. Dari kedua tipe pendakian gunung tersebut (tim dan solo) masing-masing memiliki keuntungan dan kerugiannya. Masing-masing memiliki sensasi tersendiri dan masing-masing memiliki tujuan yang sama, selain puncak gunung, adalah tujuan melatih dan mengasah kemampuan diri serta menempa fisik dan mental serta kepribadian. Berikut akan saya ulas secara singkat mengenai dua tipe pendakian tersebut.

Read the rest of this entry »