Brown Canyon ; Sisa Keindahan di Balik Kengerian Alat Berat

4 02 2015

brown canyon

Mendengar kata “Brown Canyon” seketika kita akan teringat sebuah tempat di Amerika Serikat yang sangat terkenal di seluruh dunia yaitu Grand Canyon. Grand Canyon adalah sebuah ngarai besar yang terdiri dari bukit-bukit tebing terjal yang terukir secara alami oleh sungai Colorado selama jutaan tahun. Grand Canyon berada di Negara bagian Arizona, Amerika Serikat, merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon, salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Lantas apakah Brown Canyon itu? Brown Canyon merupakan sebuah lokasi di pinggiran Kabupaten Demak, berbatasan langsung dengan Kota Semarang, di koordinat 7°03’24.3″LS 110°29’14.9″BT, dimana lokasi ini memiliki struktur yang mirip dengan Grand Canyon di Amerika. Brown Canyon memiliki beberapa tebing yang mirip dengan ngarai yang berada di Grand Canyon, Amerika. Brown Canyon memiliki pesona landscape yang sangat indah. Tebing-tebing ngarai di tempat ini didominasi oleh tanah batu padas yang  memiliki keunikan dan bentuk yang unik. Lokasi ini sekarang menjadi salah satu surga bagi penggemar fotografi. Hampir setiap hari orang mengunjungi lokasi ini, baik sekedar untuk menikmati pemandangan, bercengkrama, maupun untuk hunting foto.

Brown Canyon

Read the rest of this entry »





Hutan Mangrove Dusun Tambak Sari, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

28 01 2015
image

Hutan mangrove dusun tambak sari

Beberapa waktu yang lalu saat saya pulang ke kota kelahiran saya yaitu Demak, saya menyempatkan untuk mengunjungi kawasan konservasi hutan mangrove Dusun Tambak Sari, Desa bedono, Kec. Sayung (setidaknya seperti itu yang tertulis di papan sepanjang jalan menuju ke lokasi). Niat saya mengunjungi hutan mangrove ini sebetulnya karena penasaran dengan beberapa postingan sedulur Warga DEMAK sebelumnya yang telah mengunjungi tempat ini. Ya penasaran karena dalam imajinasi saya, saya akan mendatangi lokasi yang asri, rindang, penuh dengan pepohonan mangrove yang rimbun, banyak bertemu dengan satwa-satwa yang tinggal di sana seperti burung bangau, biawak, binatang-binatang laut, dan lain-lain. Selain keindahan dalam imajinasi saya tersebut, saya juga berniat melihat hasil bibit mangrove yang pernah saya tanam bersama kawan-kawan Pencinta Alam SMAN 1 Demak di dekat lokasi itu sekitar dua tahun yang lalu.

image

Burung bangau di hutan mangrove tambak sari

Menjelang sore saya sampai di lokasi. Saya memarkirkan kendaraan saya di lokasi parkir yang sudah di sediakan oleh penduduk setempat dengan biaya Rp. 2000/kendaraan. Tanpa menunggu lama saya langsung menuju ke lokasi. Untuk mencapai lokasi hutan mangrove ini, kita harus berjalan kaki selama sekitar 10 menit menembus perairan dengan jalan beton yang sudah dibangun menyerupai jembatan. Ya memang lokasi ini mirip sekali dengan pulau kecil, bahkan saat ini memang sudah menjadi pulau. Tetapi sebetulnya lokasi ini dulunya adalah sebuah desa dengan pemukiman yang cukup padat dan masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, akibat dari abrasi air laut yang terus menerus terjadi, maka sekarang lokasi pemukiman ini telah “tenggelam” dan hanya menyisakan pulau kecil yang dipenuhi dengan hutan mangrove. Di ujung pulau kecil ini, menghadap ke laut jawa terdapat sebuah makam seorang pemuka agama Islam yang dulunya merupakan seorang tokoh penyebar Agama Islam pada masa pasca Wali Songo yang bernama KH. Abdullah Mudzakir.

Read the rest of this entry »