Pemekaran KPG Reg. Jabodetabek | Sepenggal Kisah Dari Hambalang

5 10 2015
Logo KPG Reg Jabodetabek

Logo KPG Reg Jabodetabek

Komunitas Pendaki Gunung (KPG) merupakan sebuah komunitas yang berbasis di group media sosial facebook. Berawal hanya sebagai media informasi dan komunikasi para pendaki gunung saja, dalam perjalanannya group ini berkembang menjadi sebuah komunitas nyata yang bergerak di dunia nyata dalam bidang pendakian gunung, edukasi, konservasi dan aksi sosial. Dalam transformasinya ke komunitas dunia nyata diawali dengan diadakannya kegiatan berkumpul antar member di beberapa wilayah dengan nama kopdar atau kopi darat, lantas dilanjutkan dengan pendirian koordinasi wilayah dengan nama “Regional”. Pertama kali tercetus diadakan kopdar adalah di wilayah Jakarta pada tanggal 28 September 2013 berlokasi di Monas. Dengan dikoordinatori pertama kali oleh saudara Iman Rimba, kopdar pertama dari seluruh KPG se Indonesia, tercetuslah sebuah wacana pendirian KPG Regional Jabodetabek. Awal mula kosepnya sebetulnya adalah pendirian KPG Jakarta, akan tetapi karena pada awal kopdar dihadiri oleh beberapa orang dari luar Jakarta, yaitu dari Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang, maka para pioneer yang saat itu menghadiri kopdar pertama menyepakati untuk menjembatani keinginan kawan-kawan dari luar Jakarta dengan mendirikan Regional Jabodetabek. Berdasarkan pada proses tersebut, maka pada tanggal 28 September 2013 ditetapkan sebagai hari lahirnya KPG Regional Jabodetabek, Regional pertama KPG di seluruh Nusantara.

Kopdar pertama KPG Reg Jabodetabek

Kopdar Pertama KPG Reg. Jabodetabek di Monas Tanggal 28 September 2013

Read the rest of this entry »





Hari Bumi : Sejarah Dan Alasan Memperingatinya

22 04 2015

Tulisan tentang Hari Bumi Repost dari Blog Swapala Kalijaga

Hari Bumi 22 April

Tepat pada hari ini, tanggal 22 April 2015 seluruh dunia memperingati satu hari spesial yang dinamakan “Hari Bumi”. Banyak penggiat alam, pemerhati lingkungan dan para aktifis kelestarian alam di seluruh dunia menganggap bahwa hari ini merupakan satu hari spesial. Tetapi apakah kita sudah memahami makna sesungguhnya dari Peringatan Hari Bumi tadi? Apakah kita sudah mengetahui sejarahnya hingga tercetus satu hari spesial untuk para penggiat alam ini?

Read the rest of this entry »





Gunung Cikuray Yang Kecil Cabe Rawit

31 03 2015
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray

Gunung cikuray terletak di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2821 Mdpl (meter di atas permukaan laut). Memang bukan tergolong gunung tinggi yang diminati para petualang. Karena memang kebanyakan petualang dan pendaki lebih memilih mendaki gunung dengan ketinggian 3000 Mdpl ke atas, alasannnya biasanya karena tantangan dan kebanggaan jika sanggup mendaki hingga di atas 3000 Mdpl. Meskipun memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Cikuray banyak diminati karena memang memiliki tantangan lebih. Tantangan itu berupa terjalnya jalur pendakian, tingkat kesulitan medan dan lain-lain. Tidak sedikit para pendaki Cikuray yang akhirnya “menyerah” dan memutuskan berhenti untuk camp saja di tengah perjalanan dan tidak melanjutkan ke puncak karena sudah keletihan menghadapi medan pendakian gunung ini.. Cikuray memang kecil cabe rawit. Selain tantangan, Gunung Cikuray pun memiliki pemandangan yang tidak kalah dengan gunung-gunung lainnya, salah satu di antaranya adalah bayangan segitiga cikuray yang bisa di lihat dari puncak saat pagi hari.

view dari cikuray

view dari cikuray

Read the rest of this entry »





Brown Canyon ; Sisa Keindahan di Balik Kengerian Alat Berat

4 02 2015

brown canyon

Mendengar kata “Brown Canyon” seketika kita akan teringat sebuah tempat di Amerika Serikat yang sangat terkenal di seluruh dunia yaitu Grand Canyon. Grand Canyon adalah sebuah ngarai besar yang terdiri dari bukit-bukit tebing terjal yang terukir secara alami oleh sungai Colorado selama jutaan tahun. Grand Canyon berada di Negara bagian Arizona, Amerika Serikat, merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon, salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Lantas apakah Brown Canyon itu? Brown Canyon merupakan sebuah lokasi di pinggiran Kabupaten Demak, berbatasan langsung dengan Kota Semarang, di koordinat 7°03’24.3″LS 110°29’14.9″BT, dimana lokasi ini memiliki struktur yang mirip dengan Grand Canyon di Amerika. Brown Canyon memiliki beberapa tebing yang mirip dengan ngarai yang berada di Grand Canyon, Amerika. Brown Canyon memiliki pesona landscape yang sangat indah. Tebing-tebing ngarai di tempat ini didominasi oleh tanah batu padas yang  memiliki keunikan dan bentuk yang unik. Lokasi ini sekarang menjadi salah satu surga bagi penggemar fotografi. Hampir setiap hari orang mengunjungi lokasi ini, baik sekedar untuk menikmati pemandangan, bercengkrama, maupun untuk hunting foto.

Brown Canyon

Read the rest of this entry »





Hutan Mangrove Dusun Tambak Sari, Desa Bedono Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak

28 01 2015
image

Hutan mangrove dusun tambak sari

Beberapa waktu yang lalu saat saya pulang ke kota kelahiran saya yaitu Demak, saya menyempatkan untuk mengunjungi kawasan konservasi hutan mangrove Dusun Tambak Sari, Desa bedono, Kec. Sayung (setidaknya seperti itu yang tertulis di papan sepanjang jalan menuju ke lokasi). Niat saya mengunjungi hutan mangrove ini sebetulnya karena penasaran dengan beberapa postingan sedulur Warga DEMAK sebelumnya yang telah mengunjungi tempat ini. Ya penasaran karena dalam imajinasi saya, saya akan mendatangi lokasi yang asri, rindang, penuh dengan pepohonan mangrove yang rimbun, banyak bertemu dengan satwa-satwa yang tinggal di sana seperti burung bangau, biawak, binatang-binatang laut, dan lain-lain. Selain keindahan dalam imajinasi saya tersebut, saya juga berniat melihat hasil bibit mangrove yang pernah saya tanam bersama kawan-kawan Pencinta Alam SMAN 1 Demak di dekat lokasi itu sekitar dua tahun yang lalu.

image

Burung bangau di hutan mangrove tambak sari

Menjelang sore saya sampai di lokasi. Saya memarkirkan kendaraan saya di lokasi parkir yang sudah di sediakan oleh penduduk setempat dengan biaya Rp. 2000/kendaraan. Tanpa menunggu lama saya langsung menuju ke lokasi. Untuk mencapai lokasi hutan mangrove ini, kita harus berjalan kaki selama sekitar 10 menit menembus perairan dengan jalan beton yang sudah dibangun menyerupai jembatan. Ya memang lokasi ini mirip sekali dengan pulau kecil, bahkan saat ini memang sudah menjadi pulau. Tetapi sebetulnya lokasi ini dulunya adalah sebuah desa dengan pemukiman yang cukup padat dan masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, akibat dari abrasi air laut yang terus menerus terjadi, maka sekarang lokasi pemukiman ini telah “tenggelam” dan hanya menyisakan pulau kecil yang dipenuhi dengan hutan mangrove. Di ujung pulau kecil ini, menghadap ke laut jawa terdapat sebuah makam seorang pemuka agama Islam yang dulunya merupakan seorang tokoh penyebar Agama Islam pada masa pasca Wali Songo yang bernama KH. Abdullah Mudzakir.

Read the rest of this entry »